Pada waktu saya pergi ke Gereja pada hari Minggu, saya mendengar suatu kesaksian dari Pdp. Wiguno Wiranto. beliau menceritakan kisah hidupnya. yang menurut saya sangat menarik dan dapat dijadikan suatu pelajaran bagi kita semua. Dan berikut adalah kesaksian yang diberikan oleh Pdp. Wiguno Wiranto.
Pada tahun 1995 saya kehilangan pekerjaan karena perusahaan kontraktor di mana saya bekerja mengalami kebangkrutan. Kami dikaruniai 4 orang anak. Anak pertama dan kedua sudah berkeluarga, dan anak ketiga sudah bekerja, sedangkan yang bungsu masih duduk di bangku SLTA saat itu.
Selama dua tahun menganggur, keuangan keluarga ditunjang oleh pendapatan dari pekerjaan istri, dimana hanya cukup untuk makan sehari-hari, tidak lebih.
Saat itu saya berusia 51 tahun dan merasa tidak mempunyai harapan lagi untuk bekerja sebagai karyawan di perusahaan-perusahaan yang ada. Keadaan ini membuat saya sangat bergantung kepada Tuhan sehingga kehidupan rohani saya menjadi intim dengan Tuhan. Selama masa dua tahun itu, saya dan istri banyak berdoa dan berpuasa agar Tuhan memberikan mujizat, yaitu usaha baru yang belum dibuat oleh orang lain.
Sekitar bulan Oktober 1997, Tuhan memberikan penglihatan sebuah lantai marmer dengan desain klasik. Tuhan berkata kepada saya agar saya membuat yang seperti itu dari bahan kaca. Saya masih belum mengerti apa yang Tuhan maksudkan dan saya terus-menerus meminta hikmat dari Tuhan.
Kemudian saya mulai bertindak dengan mencoba membuat kepingan-kepingan dari kaca yang dipotong sesuai gambar desain yang diinginkan. Kemudian saya mengembangkan teknologi perekatan menggunakan sinar Ultra Violet (UV) untuk merekatkan kaca dengan kaca. Saya melakukan uji coba ini berulang kali sambil terus bertekun memohon Tuhan, sebagai seorang ahli dalam merancang segala sesuatu, untuk mengajarkan pada saya apa saja yang harus saya kerjakan sehingga karya ini berhasil. Yang mampu saya lakukan hanyalah terus hidup dalam "Doa, Pujian, Penyembahan". Ini merupakan kunci untuk menggerakkan hati Tuhan dan membuat hadirat-Nya memenuhi roh, jiwa dan tubuh kami.
Setelah melewati masa tiga tahun, pada tahun 2000 Tuhan mendorong saya untuk memulai usaha dari hasil uji coba tersebut karena hasilnya sudah dapat dipasarkan. Tuhan mengajarkan agar saya memulainya dengan apa yang ada dan yang saya miliki, sekalipun tidak ada modal sama sekali. Seperti Tuhan mengajar Daud menghadapi Goliat, saya didorong untuk tidak pernah takut memulai. Walaupun harus rela naik turun bus, angkot/mikrolet dan juga ojek, saya tetap mempercayai Tuhan Yesus, dalam segala situasi yang baik atau buruk.
Usaha kami dibesarkan oleh banyak mujizat Tuhan. Dari awal berdiri pada tahun 2000 hingga tahun 2009 ini, TUHAN mempercayakan kami untuk terus mengembangkan dan memperluas pemasaran kami ke berbagai kota-kota besar di seluruh Indonesia. Pada tahun 2009, banyak perusahaan harus tutup atau mengalami penurunan dalam hal order/pesanan, tetapi hingga bulan Maret 2009 kami banyak menerima kelimpahan order yang bahkan jauh lebih baik dari tahun sebelumnya.
Dalam menjalankan usaha ini, saya diberikan pengajaran agar perusahaan ini mempunyai warna yang berbeda dari usaha orang-orang dunia, yaitu:
1. Berorientasi kepada Kerajaan Allah (Fokusnya Yesus, bukan masalah materi).
2. Tidak menunda mengembalikan perpuluhan dan memberi 10% lagi untuk pekerjaan Tuhan.
3. Jadikan pekerjaan itu sebagai panggilan untuk melayani Tuhan.
4. Membangun mezbah bagi Tuhan setiap pagi di perusahaan, sebelum memulai pekerjaan.
5. Menempatkan Tuhan sebagai Kepala untuk mengendalikan perusahaan.
6. Ikuti saja setiap tuntunan Tuhan yang disampaikan melalui Gembala Sidang/Pembina.
7. Mempercayai Tuhan sepenuh hati.
Hanya Dialah gunung batuku dan keselamatanku, kota bentengku, aku tidak akan goyah. (Mazmur 62:7)
Kesaksian yang sangat membuat kita terbangun untuk tidak menyerah disaat kita menghadapi perkara yang besar.
Thx for reading.. please give rating and comment..
GBU..